Pasangan mata uang FX:USDCAD berusaha keras untuk memanfaatkan pemantulan moderat pada hari sebelumnya dari level terendah hampir dua minggu dan kembali melemah dua hari berturut-turut setelah kenaikan moderat sesi Asia ke sekitar level 1,4200. Harga spot tetap dekat dengan swing low semalam, di sekitar pertengahan 1,1400-an, dan tampaknya siap mencatat pelemahan untuk pertama kalinya dalam lima minggu.
Dolar AS (USD) tetap tertekan di dekat level terendah dua pekan yang disentuh sebagai respons terhadap data tenaga kerja AS yang lebih lemah pada hari Rabu, dan kondisi ini menjadi faktor utama yang membebani pasangan FX:USDCAD. Para pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) AS setelah data Nonfarm Payrolls (NFP) yang menjadi perhatian utama menunjukkan melemahnya kondisi pasar tenaga kerja. Faktanya, perekonomian AS hanya menambah 57 ribu lapangan kerja baru pada bulan Juni, dibandingkan dengan estimasi konsensus sebesar 110 ribu.
Selain itu, data bulan sebelumnya direvisi turun dari 172 ribu menjadi 129 ribu, sementara Tingkat Pengangguran sedikit menurun menjadi 4,2% pada bulan Juni. Kondisi ini melengkapi meredanya kekhawatiran inflasi di tengah penurunan tajam harga Minyak Mentah baru-baru ini, serta meredakan kekhawatiran mengenai suku bunga yang akan bertahan tinggi lebih lama. Para pelaku pasar dengan cepat merespons dan menggeser ekspektasi dari satu hingga dua kali kenaikan suku bunga The Fed pada 2026 menjadi antara tidak ada kenaikan dan satu kali kenaikan. Hal ini pada gilirannya membebani USD dan pasangan mata uang FX:USDCAD.
Sementara itu, markas militer Iran memperingatkan bahwa setiap campur tangan AS di Selat Hormuz akan dibalas dengan “respons yang tegas dan cepat.” Pernyataan ini membantu harga Minyak Mentah menjauh dari level terendah sejak akhir Februari, sekaligus menopang Dolar Kanada yang terkait dengan komoditas. Kondisi tersebut mendukung peluang berlanjutnya koreksi FX:USDCAD dari level tertingginya sejak April 2025 yang dicapai pada hari Selasa, meskipun likuiditas yang tipis akibat hari libur di AS membuat penjual tetap perlu berhati-hati.
Pertanyaan Umum Seputar Dolar Kanada
Faktor-Faktor Utama Apa Saja yang Mendorong Dolar Kanada?
Faktor-faktor utama yang mendorong Dolar Kanada (CAD) adalah tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Kanada (BoC), harga Minyak, ekspor terbesar Kanada, kesehatan ekonominya, inflasi, dan Neraca Perdagangan, yang merupakan selisih antara nilai ekspor Kanada dengan impornya. Faktor-faktor lain termasuk sentimen pasar – apakah investor mengambil aset-aset yang lebih berisiko (risk-on) atau mencari aset-aset safe haven (risk-off) – dengan risk-on yang berdampak positif terhadap CAD. Sebagai mitra dagang terbesarnya, kesehatan ekonomi AS juga merupakan faktor utama yang memengaruhi Dolar Kanada.
Bagaimana Keputusan Bank Kanada Memengaruhi Dolar Kanada?
Bank of Canada (BoC) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Dolar Kanada dengan menetapkan tingkat suku bunga yang dapat dipinjamkan bank satu sama lain. Hal ini memengaruhi tingkat suku bunga untuk semua orang. Sasaran utama BoC adalah mempertahankan inflasi pada 1-3% dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif lebih tinggi cenderung positif bagi CAD. Bank of Canada juga dapat menggunakan pelonggaran kuantitatif dan pengetatan untuk memengaruhi kondisi kredit, dengan pelonggaran kuantitatif negatif terhadap CAD dan pelonggaran kuantitatif positif terhadap CAD.
Bagaimana Harga Minyak Memengaruhi Dolar Kanada?
Harga minyak merupakan faktor utama yang memengaruhi nilai Dolar Kanada. Minyak bumi merupakan ekspor terbesar Kanada, sehingga harga minyak cenderung berdampak langsung pada nilai CAD. Umumnya, jika harga minyak naik, CAD juga akan naik, karena permintaan agregat terhadap mata uang tersebut meningkat. Hal yang sebaliknya terjadi jika harga minyak turun. Harga minyak yang lebih tinggi juga cenderung menghasilkan peluang Neraca Perdagangan yang positif yang lebih besar, hal ini juga mendukung CAD.
Bagaimana Data Inflasi Memengaruhi Nilai Dolar Kanada?
Meskipun inflasi secara tradisional selalu dianggap sebagai faktor negatif bagi suatu mata uang karena menurunkan nilai uang, yang sebaliknya justru terjadi di zaman modern dengan pelonggaran kontrol modal lintas batas. Inflasi yang lebih tinggi cenderung menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga yang menarik lebih banyak arus masuk modal dari para investor global yang mencari tempat yang menguntungkan untuk menyimpan uang mereka. Hal ini meningkatkan permintaan mata uang lokal, yang dalam kasus Kanada adalah Dolar Kanada.
Bagaimana Data Ekonomi Memengaruhi Nilai Dolar Kanada?
Rilis data ekonomi makro mengukur kesehatan ekonomi dan dapat berdampak pada Dolar Kanada. Indikator seperti PDB, IMP Manufaktur dan Jasa, ketenagakerjaan, dan survei sentimen konsumen semuanya dapat memengaruhi arah CAD. Ekonomi yang kuat baik bagi Dolar Kanada. Ekonomi yang kuat tidak hanya menarik lebih banyak investasi asing, tetapi juga dapat mendorong Bank Kanada untuk menaikkan suku bunga, yang mengarah pada mata uang yang lebih kuat. Namun, jika data ekonomi lemah, CAD kemungkinan akan turun.