Harga Perak FX:XAGUSD melonjak ke level tertinggi mingguan di dekat $62,15 selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Jumat. Logam mulia ini melanjutkan reli karena laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang lebih lemah dari perkiraan telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini.
Menurut alat CME FedWatch, para pedagang kini memperhitungkan hampir 52% peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan September, turun dari 66% sebelum data lapangan pekerjaan dirilis.
Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan terkait perdamaian di Timur Tengah antara AS dan Iran. Ketegangan yang diperbarui antara Washington dan Tehran dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang membebani logam putih ini.
Komando militer gabungan Iran memperingatkan pada hari Kamis bahwa setiap campur tangan AS di Selat Hormuz akan dihadapi dengan "respon tegas dan cepat" karena ketegangan terus mengguncang negosiasi. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "Saya pikir mereka telah menerima hampir semua yang kami minta."

FX:XAGUSD" loading="lazy">
Analisis Teknis:
Dalam grafik harian, FX:XAGUSD mempertahankan sikap bearish jangka pendek karena harga berada di bawah pita tengah Bollinger dan jauh di bawah moving average (MA) 100 hari. Logam ini bergerak di paruh bawah amplop Bollinger-nya, sementara Relative Strength Index (RSI) sekitar 42 menunjukkan momentum bullish yang lemah dan memperkuat pandangan bahwa pantulan terbaru tetap bersifat korektif dalam fase penurunan yang lebih luas.
Di sisi atas, resistance awal muncul di pita tengah Bollinger dekat $63,50, dengan hambatan lebih lanjut di level psikologis $70,00. Hambatan berikutnya yang harus diperhatikan adalah pita atas Bollinger sekitar $71,80 dan MA 100 hari yang terkonsentrasi lebih tinggi menuju $75,00.
Di sisi lain, target penurunan pertama terlihat di level angka bulat $60,00. Bantalan penting berikutnya sejajar dengan pita bawah Bollinger dekat $55,25, di mana kegagalan akan membuka pintu untuk perpanjangan penurunan yang lebih dalam saat ini.
(Analisis teknis dalam cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)
Pertanyaan Umum Seputar Perak
Mengapa Orang-Orang Berinvestasi dalam Perak?
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Harga Perak?
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar FX:XAGUSD. Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Bagaimana Permintaan Industri Memengaruhi Harga Perak?
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Bagaimana Harga Perak Bereaksi terhadap Pergerakan Emas?
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.