Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia untuk bulan Juni 2026 turun ke 46,9 dari 50,0 pada bulan sebelumnya. Dengan demikian, indikator ini masuk ke dalam wilayah kontraksi karena berada di bawah 50, level yang memisahkan antara kontraksi dan ekspansi.
Usamah Bhatti, Ekonom di S&P Global Market Intelligence, mengatakan, "Kesehatan manufaktur Indonesia menurun dua kali dalam tiga bulan terakhir menutup semester pertama 2026. Tingkat penurunan merupakan yang paling kuat dalam setahun, pesanan baru yang masuk kembali menurun menyebabkan penurunan volume output terbesar sejak bulan April 2025.
Ekonom tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa, "Menanggapi keadaan ini, perusahaan menurunkan jumlah tenaga kerja dan aktivitas pembelian mereka besar-besaran, sementara inventaris juga menurun seiring melemahnya kondisi permintaan."
Reaksi Pasar
IHSG belum menunjukkan reaksi terhadap data karena pasar masih ditutup dan akan dibuka dalam beberapa waktu ke depan.
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.
Baca lebih lanjutRilis terakhir:Rab Jul 01, 2026 00.30
Frekuensi:Bulanan
Aktual:46.9
Konsensus:-
Sebelumnya:50
Sumber:S&P Global